Kelompok Tani Giri Mukti

Kelompok Tani Giri Mukti, berdiri pada tanggal 28 Desember 2022,  sesuia denan surat keputusan Kepala Desa Genteng No. 141.1/SK-KADES-19/DS/XII/2022, dan Surat Keterangan Terdaftar dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nomor. 00-32-1/281/VI/2023, Tanggal 14 November Tahun 2023.

Sponsored by : Anugrah Sukses mandiri

Kelompok tani Giri Mukti, memiliki anggota sebanyak 35 orang. Dengan susunan kepengurusan Bapak Dede rohman Sebagai Ketua, Bapak Aceng Darisman Sebagai Sekretaris dan bapak Lukman Hasanudin Sebagai Bendahara.

Kelompok tani Giri Mukti yang beralamat di Dusun Karangsari RT 08 RW 10, Desa Genteng Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang. Adalah salah satu kelompok tani yang ada di Desa Genteng yang memiliki Inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan kelompoknya, yaitu dengan mampu menciptakan alat penggiling / Mesin Huler untuk menggolah Kopi Hasil Panen nya. Dengan menggunakan bahan-bahan yang sudah dimiliki kelompok tersebut.

Lihat Juga : Spesialis Pembuatan Top Table Kitchen Set di Bandung, Jasa Interior & Berbagai Jenis Batu Alam terpadu di Kota Bandung.

Untuk Informasi Lebih Lengkap :

Sekretariat Kelompok Tani Giri Mukti : DUSUN KARANGSARI RT 08 RW 06 Telepon / Wa : 085320012663

Inovasi dan Modifikasi Mesin Pengolahan Kopi

LATAR BELAKANG

Pengolahan Kopi, Kelompok Tani Giri Mukti

Sesuai dengan progra kerja pemerintahan daerah kabupaten sumedang, yang mana memiliki target untuk menciptakan 300 inovasi baru, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat kabupaten sumedang.

Pelaksanan inovasi khususnya di Desa Genteng Kecamatan Sukasari, secara tidak di sadari inovasi itu berkembang dan tumbuh, hanya saja tidak ada dokumentasi dan metodologi yang formal untuk menuangkan hasil inovasi tersebut.

Menurut teoritis Inovasi adalah suatu perubahan yang baru berupa ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang sifatnya spesifik, disengaja melalui program yang terencana dan dirancang untuk mencapai tujuan tertentu. Sebuah inovasi dapat dikatakan berhasil apabila penciptaan dan pelaksanaan proses, produk, jasa dan metode yang baru dapat menghasilkan perbaikan kualitas hasil yang efektif dan efisien.

Lihat Juga : Proposal Inovasi Kelompok Tani Giri Mukti

ANALISIS MASALAH

  1. Apa masalah yang di hadapi sebelum dilaksanakannya inovasi ?

Permasalahan yang di hadapi adalah mahalnya alat untuk mengolah hasil panen kopi, sehingga pada umum nya petani kopi langsung menjual kopi hasil panen dalam bentuk chery (Kopi Segar), yang memiliki harga rendah. Berbeda dengan menjual hasil panen dalam bentuk beras (Hasil Setengah Jadi). Untuk menjadikan hasil kopi dari cherry menjadi Biji Kopi / Beras. Di butuhkan alat penggiling kopi (huler) yang berfungsi memisahkan kulit ari biji kopi, dengan biji kopi tersebut.

  • Siapa saja yang telah mengusulkan pemecahannya dan bagaimana inovasi ini telah memecahkan masalah tersebut?

Memalui hasil musyawarah kelompok, dan melihat sumber daya, baik lat dan kemampuan SDM yang ada, akhirnya di sepakati untuk mencoba, mengamati, meniru dan memodifikasi mesin huler (Penggiling kopi) yang ada di pasaran. Setelah menganalisa, dan menghitung biaya yang di butuhkan untuk membuat sendiri mesin penggiling kopi, ternyata dari hasil perhitungan, biaya yang di butuhkan jauh lebih sedikit jika di bandingkan dengan membeli langsung produk yang sudah jadi di pabrikan.

  • Dalam hal apa inovasi ini kreatif dan inovatif ?

Inovasi ini berupa, menciptakan mesing penggiling kopi (Huler), dengan mengamati, meniru dari mesin penggiling yang beredar di pasaran. Hanya bedanya kami di sini menggunakan alat-alat yang sudah di miliki kelompok, sebagai contoh untuk mesing penggeraknya, kami menggunakan Traktor yang menjadi aset kelompok, atau bahkan bisa menggunakan sepeda motor, yang di miliki masing-masing Anggota.

  • Bagaimana pelaksanaan inovasi?

Pelaksanaan inovasi dengan membuat mesin penggiling kopi

  • Siapa saja pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan?

Yang terlibat dalam proses inovasi, adalah semua anggota kelompok tani.

  • Sumber daya dan biaya yang di gunakan untuk program Inovasi ?

Biaya yang di gunakan dalam membuat inovasi ini, diperoleh dari kas iuran anggota kelompok.

  • Apa saja Kendala utama yang dihadapi dalam pelaksanaan inovasi dan bagaimana kendala tersebut di atasi?

Kendala yang di hadapi, masih adanya komponen-komponen dari pembuatan mesin yang tidak bisa di buat sendiri, sehingga harus membeli dari pabrikan yang memproduksi komponen tersebut.

  • Apa bedanya sebelum dan sesudah inovasi?

Setelah memiliki mesin hasil inovasi ini, keuntungan yang di dapatkan menjadi lebih besar, karena biaya untuk membeli mesin bisa di tekan menjadi lebih hemat, dan semua anggota kelompok yang biasanya menjual hasil panen berupa biji kopi Cherry, sekarang bisa menjual biji kopi hasil pengolahan (dalam bentuk Beras).