RINGKASAN

Sesuai dengan progra kerja pemerintahan daerah kabupaten sumedang, yang mana memiliki target untuk menciptakan 300 inovasi baru, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat kabupaten sumedang.
Pelaksanan inovasi khususnya di Desa Genteng Kecamatan Sukasari, secara tidak di sadari inovasi itu berkembang dan tumbuh, hanya saja tidak ada dokumentasi dan metodologi yang formal untuk menuangkan hasil inovasi tersebut.
Menurut teoritis Inovasi adalah suatu perubahan yang baru berupa ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang sifatnya spesifik, disengaja melalui program yang terencana dan dirancang untuk mencapai tujuan tertentu. Sebuah inovasi dapat dikatakan berhasil apabila penciptaan dan pelaksanaan proses, produk, jasa dan metode yang baru dapat menghasilkan perbaikan kualitas hasil yang efektif dan efisien.
Lihat juga : Sentuhan Magic Batu Alam Untuk Rumah Idaman
Berikut definisi dan pengertian inovasi dari beberapa sumber buku:
- Menurut Nurdin (2016), inovasi adalah sesuatu yang baru yaitu dengan memperkenalkan dan melakukan praktek atau proses baru (barang atau layanan) atau bisa juga dengan mengadopsi pola baru yang berasal dari organisasi lain.
- Menurut Suwarno (2008), inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi.
- Menurut Sa’ud (2014), inovasi adalah pilihan kreatif, pengaturan dan seperangkat manusia dan sumber-sumber material baru atau menggunakan cara unik yang akan menghasilkan peningkatan pencapaian tujuan-tujuan yang diharapkan.
- Menurut Milles (1973), inovasi adalah suatu perubahan yang sifatnya khusus (specific) yang mengandung kebaharuan (novel), disengaja melalui suatu program yang direncanakan terlebih dahulu (planned and deliberate) serta dirancang untuk mencapai tujuan yang diinginkan melalui suatu sistem tertentu (goals of the system).
- Menurut Ellitan dan Anatan (2009), inovasi adalah perubahan yang dilakukan dalam organisasi yang didalamnya mencakup kreatifitas dalam menciptakan produk baru, jasa, ide, atau proses baru.
Kelompok tani Giri Mukti yang beralamat di Dusun Karangsari RT 08 RW 10, Desa Genteng Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang. Adalah salah satu kelompok tani yang ada di Desa Genteng yang memiliki Inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan kelompoknya, yaitu dengan mampu menciptakan alat penggiling / Mesin Huler untuk menggolah Kopi Hasil Panen nya. Dengan menggunakan bahan-bahan yang sudah dimiliki kelompok tersebut.
Informasi menarik lainya : Batu Curie, Batu yang unik untuk aplikasi Facade Rumah, kantor dan Villa.
Kelompok Tani Giri Mukti, berdiri pada tanggal 28 Desember 2022, sesuia denan surat keputusan Kepala Desa Genteng No. 141.1/SK-KADES-19/DS/XII/2022, dan Surat Keterangan Terdaftar dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nomor. 00-32-1/281/VI/2023, Tanggal 14 November Tahun 2023.
Kelompok tani Giri Mukti, memiliki anggota sebanyak 35 orang. Dengan susunan kepengurusan Bapak Dede rohman Sebagai Ketua, Bapak Aceng Darisman Sebagai Sekretaris dan bapak Lukman Hasanudin Sebagai Bendahara.
Kelompo Tani Giri Mukti, fokus di dalam bidang usaha Budidaya Kopi, dari bidang usaha ini, akhirnya timbul keinginan bagaimaca caranya agar bisa efisien dan produktif dalam mengolah hasil panen kopi tersebut, kendala yang di hadapi dengan mahalnya alat, yang di butuhkan untuk mengolah hasil panen tersebut, yang mana alat tersebut harganya cukup mahal yang tersedia di pasaran. Dengan kondisi tersebut di atas, terciptalah ide untuk membuat alat penggiling kopi dengan menggunakan alat-alat yang sudah dimiliki kelompok tani, sehingga dengan kerja keras semua anggota, bisa membuat mesin Huler kopi, hasil buatan sendiri, dengan mengamati, meniru dan memodifikasi alat yang ada di pasaran.
Tahapan Proses Inovasi Inovasi adalah hal baru yang memerlukan proses dalam pengaplikasiannya. Menurut Sa’ud (2014), tahapan proses dalam implementasi suatu inovasi adalah sebagai berikut
a. Tahap pengetahuan
Dalam tahap ini, seseorang belum memiliki informasi yang lengkap mengenai inovasi. Oleh karena itu, inovasi perlu disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi yang ada, bisa melalui media elektronik, media cetak, maupun komunikasi interpersonal diantara masyarakat.hal ini diharapkan para calon adaptor mengetahui informasi yang lengkap terkait inovasi tersebut.
b. Tahap persuasi
Pada tahap ini individu tertarik pada inovasi dan aktif mencari informasi secara detail mengenai inovasi. Tahap kedua ini terjadi lebih banyak dalam tingkat pemikiran calon pengguna/adaptor. Dalam tahap ini akan muncul rasa menyenangi atau tidak senang terhadap inovasi, dimana rasa senang atau tidak senang tersebut dipengaruhi oleh karakteristik inovasi itu sendiri, seperti kelebihan inovasi, tingkat keserasian, kompleksitas, dapat dicoba dan dapat dilihat.
c. Tahap pengambilan keputusan
Setelah mengalami tahan persuasi yang menimbulkan rasa senang atau tidak senang terhadap inovasi, calon pengadopsi inovasi akan mengali tahap pengambilan keputusan inovasi. Pada tahap ini individu mengambil konsep inovasi dan menimbang keuntungan/kerugian dari menggunakan inovasi dan memutuskan apakah akan mengadopsi atau menolak inovasi tersebut. Ada dua macam penolakan inovasi, yakni: penolakan aktif yaitu penolakan inovasi setelah melakukan melalui proses mempertimbangkan untuk menerima atau mencoba inovasi terlebih dahulu dan penolakan pasif yakni penolakan inovasi tanpa pertimbangan sama sekali.
d. Tahap implementasi
Pada tahap implementasi, pengadopsi mulai mengadopsi inovasi tersebut. Pengguna inovasi akan menentukan kegunaan dari inovasi dan dapat mencari informasi lebih lanjut tentang hal itu. Tahap ini merupakan tahap dimana pengadopsi akan mengambil keputusan untuk mengadopsinya terus menerus hingga menjadi sebuah rutinitas atau hanya diimplementasikan sementara waktu.
e. Tahap konfirmasi
Setelah sebuah keputusan dibuat, seseorang kemudian akan mencari penguatan terhadap keputusan mereka. Tidak menutup kemungkinan seseorang kemudian mengubah keputusan yang tadinya menolak jadi menerima inovasi setelah melakukan evaluasi atau malah sebaliknya, yang awalnya menerima kemudian berhenti/menolak inovasi dengan alasan-alasan tertentu.
ANALISIS MASALAH
- Apa masalah yang di hadapi sebelum dilaksanakannya inovasi ?
- Siapa saja yang telah mengusulkan pemecahannya dan bagaimana inovasi ini telah memecahkan masalah tersebut?
- Dalam hal apa inovasi ini kreatif dan inovatif ?
- Bagaimana pelaksanaan inovasi?
Pelaksanaan inovasi dengan membuat mesin penggiling kopi
- Siapa saja pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan?
Yang terlibat dalam proses inovasi, adalah semua anggota kelompok tani.
- Sumber daya dan biaya yang di gunakan untuk program Inovasi ?
Biaya yang di gunakan dalam membuat inovasi ini, diperoleh dari kas iuran anggota kelompok.
- Apa saja Kendala utama yang dihadapi dalam pelaksanaan inovasi dan bagaimana kendala tersebut di atasi?
Kendala yang di hadapi, masih adanya komponen-komponen dari pembuatan mesin yang tidak bisa di buat sendiri, sehingga harus membeli dari pabrikan yang memproduksi komponen tersebut.
- Apa bedanya sebelum dan sesudah inovasi?
Setelah memiliki mesin hasil inovasi ini, keuntungan yang di dapatkan menjadi lebih besar, karena biaya untuk membeli mesin bisa di tekan menjadi lebih hemat, dan semua anggota kelompok yang biasanya menjual hasil panen berupa biji kopi Cherry, sekarang bisa menjual biji kopi hasil pengolahan (dalam bentuk Beras)
Supported by : anugrahsuksesmandiri.id
